B. Rangkuman Eksekutif
Program studi Kajian Budaya merupakan salah satu program studi magister dalam lingkup Universitas Haluoleo Kendari yang memiliki visi menjadi salah satu pusat unggulan dalam penyebarluasan dan pengembangan kebudayaan serta menghasilkan lulusan yang memiliki budi pekerti luhur, cerdas, profesional dan kompetitif dalam bidang kebudayaan. Untuk mewujudkan visi tersebut maka program studi Kajian Budaya merumuskan misi sebagai baerikut; a) mengembangkan pendidikan berbasis riset dengan memanfaatkan kemajuan informasi; b) melakukan penelitian dalam bidang kebudayaan yang berorientasi pada publikasi baik dalam bentuk buku maupun jurnal terakreditasi dan upaya perolehan hak paten; c) berperan serta dalam pengembangan kebudayaan lokal sebagai tonggak kebudayaan nasional; d) meningkatkan kualitas sistem penjaminan mutu.
Tujuan program studi Kajian Budaya adalah a) menghasilkan lulusan yang berkualitas yang ditunjang oleh penguasaan ilmu, pengetahuan dan teknologi yang mumpuni, dan profesional dalam bidang ilmunya sehingga mampu mengangkat potensi budaya lokal dan nasional untuk memperkuat kepribadian bangsa; b) enghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk mengembangkan dan memutahirka ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penerapan kaidah-kaidah ilmiah dalam penelitian kebudayaan, sehingga dapat merevitalisasi budaya lokal dan nasional menjadi bernilai ekonomis untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat; c) meningkatkan peran lulusan dalam pengembangan sumber daya manusia dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang dimiliki program studi magister kajian budaya dipandang cukup memadai karena memiliki 20 d0sen tetap dengan kualifikasi 3 orang guru besar dan 17 doktor. Minat calon mahasiswa terhadap program studi magister kajian budaya juga menggairahkan karena sejak tahun 2009 sampai 2011 jumlah mahasiswa kajian budaya telah mencapai 78 orang. Untuk mencapai hasil lulusan yang berkompeten maka proses pembelajarn telah dilaksanakan secara teratur dengan mengembangkan model pembelajaran student center, pemberian tugas terstruktur dan pemberian modul yang dibuat oleh dosen. Rancangan mata kuliah disusun untuk mencapai tujuan dan misi program studi, sehingga rancangan mata kuliah relevan dengan tuntutan steakholder, dan memiliki kompetensi yang memadai. Jumlah mahasiswa yang berhasil lulus sampai tahun 2011 sebanyak 26 orang dengan IPK rata-rata 3,69. Kreteria yudisium dikalsifikasikan atas memuaskan, sangat memuaskan dan cum laude.
Dosen-dosen program studi magister kajian budaya senantiasa melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat baik secara perseorangan maupun kelompok. Akan tetapi hasil-hasil kegiatan tersebut hanya sebagian kecil yang dipublikasikan pada jurnal terakreditasi nasional dan internasional. Hasil penelitian dan pengabdian dosen program studi kajian budaya umumnya dipublikasikan pada jurnal lokal yang belum terakreditasi. Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen program studi kajian budaya dibiayai oleh dana-dana penelitian dari Kementerian Pendidikan Nasional dan dana-dana lain seperti dana universitas atau lembaga mitra lainnya.
. Sistem pengendalian mutu pada tingkat program studi belum berjalan ssitematis dan terpadu. Kegiatan pengendalian mutu yang dilakukan berupa kegiatan monitoring perkuliahan, evaluasi hasil studi mahasiswa yang dikembangkan dengan sistem informasi WLAN. Namun demikian sarana dan prasarana sistem informasi masih terbatas, hal ini disebabkan terbatasnya dana baik di tingkat program pascasarjana maupun Universitas. Disamping masih terbatasnya sarana, tenaga yang memahami sistem informasi juga masih terbatas.
Sumber dana yang digunakan untuk kelangsungan kegiatan operasional program studi kajian budaya dan peningkatan kinerja saat ini masih bergantung pada dana program pascasarjana dan universitas.
C. Susunan Tim Evaluasi Diri
Susunan Tim Evalusi diri adalah sebagai berikut :
1. Ketua : Dr. La Ode Ali Basri, S.Pd., M.Si
2. Sekretraris : Dr.La Taena., M.Si
3. Anggota : La Ode Arfan Dedu, S.Pt.
Uraian tugas :
1. Ketua :
a. Memimpin pelaksanaan penyusunan evaluasi diri
b. Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam penyusunan evaluasi diri baik dengan unsur Program Pascasarjana, Fakultas maupun universitas.
c. Mensosialisasikan kegiatan penyusunan evaluasi diri kepada civitas akademika tingkat jurusan.
d. Mengidentifikasi data dan informasi yang diperlukan untuk penyusunan evaluasi diri.
e. Menginterpretasi data dan informasi yang diperoleh yang berkaitan
dengan aspek input, proses dan output .
f. mengidentifikasi alternatif pemecahan masalah yang dihadapi dalam penyelenggaraan kegiatan progarm studi.
2. Sekretaris
a. Membantu ketua dalam sosialisasi penyusunan evalusi diri.
b. Membantu ketua dalam menginterpretasi data dan informasi.
c. Mengolah dan menyajikan data
d. Membantu ketua dalam mengidentifiksi unsur SWOT setiap komponen.
e. Membantu ketua dalam merumuskan alternatif pemecahan masalah yang dihadapi dalam penyelenggaraan program studi.
3. Anggota
a. Mengumpulan data dan infromasi yang diperlukan sesuai arahan ketua.
b. Mengidentifikasi data sesuai dengan kebutuhan format evaluasi diri.
c. Membantu ketua dalam mengidentifikasi SWOT setiap kompoen.
D. Uraian dan Analisis SWOT Perkomponen
STANDAR 1.VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN
Program Studi Magister Kajian Budaya Program Pascasarjana Universitas Haluoleo yang mempunyai visi, misi dan tujuan serta sasaran sebagai berikut :
Visi Program Studi
Menjadi salah satu pusat unggulan dalam penyebarluasan dan pengembangan kebudayaan serta menghasilkan lulusan yang memiliki budi pekerti luhur, cerdas, profesional dan kompetitif dalam bidang kebudayaan.
Misi Program Studi
Untuk mewujudkan visi Program Studi Magister Kajian Budaya tersebut, di jabarkan dalam misi sebagai berikut ;
1. Mengembangkan pendidikan berbasis riset dengan memanfaatkan kemajuan informasi
2. Melakukan penelitian dalam bidang kebudayaan yang berorientasi pada publikasi baik dalam bentuk buku maupun jurnal terakreditasi dan upaya perolehan hak paten
3. Berperan serta dalam pengembangan kebudayaan lokal sebagai tonggak kebudayaan nasional
4. meningkatkan kualitas sistem penjaminan mutu.
Tujuan Program Studi:
Sesuai dengan visi, misi di atas maka Program studi Magister Kajian Budaya Universitas Haluoleo memiliki tujuan sebagai berikut.
1. Menghasilkan lulusan yang berkualitas yang ditunjang oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mumpuni, dan profesional dalam bidang ilmunya sehingga mampu mengangkat potensi budaya lokal dan nasional untuk memperkuat kepribadian bangsa.
2. Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk mengembangkan dan memutakhirkan ilmu pengetahuan dan teknologi, melalui penerapan kaidah-kaidah ilmiah dalam penelitian kebudayaan, sehingga dapat merevitalisasi budaya lokal dan nasional menjadi bernilai ekonomis untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
3. Meningkatkan peran lulusan dalam pengembangan sumber daya manusia dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Sasaran Program Studi
a. Dosen
- Dalam proses belajar mengajar setiap dosen dianjurkan untuk membuat SAP, mengajar sesuai dengan SAP, perkuliahan secara tatap muka dilakukan sebanyak 16 kali. Metode pembelajaran yang digunakan adalah student center learning.
- Meningkatkan kegiatan penelitian baik secara mandiri, maupun berkelompok dengan dengan memanfaatkan dana-dana penelitian yang disediakan oleh Dikti dan lembaga-lembaga lain minimal satu kali satu tahun.
- Melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat minimal satu kali dalam satu semester untuk memecahkan masalah yang berkembang di masyarakat.
- Membangun hubungan harmonis dengan seluruh civitas akademik dan menciptakan nuansa akademis yang kondusif.
b. Mahasiswa.
- Mahasiswa lulus tepat waktu sebanyak 80 % dengan indek prestasi kumulatif ≥ 3,15 sebanyak 90%, tingkat kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan ≥ 85% dan rata rata kehadiran dosen mengajar sesuai jadwal 100%
- Proses penyusunan tesis ≤ 6 bulan minimal sebesar 85%
- Penelitian mahasiswa dan dosen dapat memberi kontribusi kepada masyarakat pengguna
- Frekuensi konsultasi dengan pembimbing tesis semakin efektif.
c. Staf Administrasi.
- Melakukan pelayanan yang cepat, tepat, tertib administrasi, komputerisasi data nilai, Peningkatan kemampuan teknik adninistrasi,peningkatan sistem dokumentasi.
- Meningkatkan kemampuan teknis dan kinerja, disiplin sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Visi, misi, tujuan dan sasaran yang ditetapkan Program Studi Magister Kajian Budaya,memiliki :
Kekuatan : a. Visi, Misi Program Studi Magister Kajian Budaya relevan dengan visi, misi dan tujuan universitas Haluoleo, b. Visi, misi, tujuan, dan sasaran Program Studi difahami dan disetujui oleh seluruh pemangku kepentingan internal (internal stakeholders), sivitas akademika (dosen dan mahasiswa) dan tenaga kependidikan. Tercapinya tujuan dan sasaran sebagai pengejawantahan visi dan misi program studi sangat tergantung pada daya dukung sarana dan prasarana pembelajran dan sumber daya pembelajaran. Dukungan sarana dan prasarana pembelajaran masih perlu ditingkatkan demikian pula dukungan sumber dayanya. Namun dengan komitmen dan tanggung jawab semua pihak sasaran dan tujuan tersebut diusahakan untuk tercapai.
STANDAR 2. TATA PAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN, DAN PENJAMINAN MUTU
2.1 Tata Pamong (governance).
a. Struktur Organisasi
Berdasarkan SK Rektor Unhalu Nomor 269c/H29/SK/KP/2008 tanggal 30 Desember 2008 dan dokumen jaminan mutu (UJM) Pascasarjana Universitas Haluoleo, Program Pascasarjana Unhalu dipimpin oleh seorang direktur dan 3 (tiga) orang Asisten Direktur yaitu Asisten Direktur I bidang Akademik, Asisten Direktur II bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Asisten Direktur III bidang Kemahasiswaan, kerjasama dan pengembangan. Di samping itu Direktur Program Pascasarjana dalam menjamin mutu akademik dibantu oleh Unit Jaminan Mutu (UJM). Direktur dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi dibantu oleh para asisten direktur yang ditopang oleh ketua program studi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium dan tenaga administrasi. Tenaga administrasi terdiri dari kepala Tata
Tata Usaha yang membawahi dua sub bagian yakni Kasubag akademik dan kasubag mum dan keuangan. Selanjutnya sturktur organisasi Tata pamong
b. Mekanisme Tata Pamong.
Pemilihan Ketua Program Studi dilaksanakan dalam suatu rapat dosen Program Studi yang diusulkan kepada Direktur dan selanjutnya untuk disetujui dan diangkat oleh Rektor. Pengelolaan program studi magister kajian budaya dilakukan secara kredibel, transparan, akuntabel, adil dan bertanggung jawab.
Dalam hubungan kerja pola hubungan yang terbangun adalah hubungan hirarkhis, hubungan kerja pengawasan, hubungan kerja fungsional, hubungan kerja direktif dan hubungan kerja konsultatif. Hubungan kerja hirarkhis adalah hubungan kerja antara atasan dengan bawahan, yang berupa perintah dari atasan dan pertanggung jawaban dari bawahan, seperti yang terjadi antara direktur dengan seluruh asisten direktur, kepala tata usaha, ketua program studi dan tenaga pengajar. Hubungan kerja pengawasan adalah hubungan kerja antara pimpinan yang disatu pihak mempunyai wewenang dan kewajiban untuk melakukan pengawasan, sedangkan dilain pihak berkewajiban menerima pengawasan yang terjadi antara lain ketua program studi dan dosen. Hubungan kerja fungsional adalah hubungan kerja antara pimpinan yang berkedudukan tidak setingkat tetapi mempunyai bidang kerja yang sama.
Hubungan konsultatif adalah hubungan kerja antara semua pejabat yang mempunyai hubungan hirarkhis, fungsional dan hubungan antara semua pejabat dilingkunganpasca sarjana dalam rangka menjalankan fungsi tridharma perguruan tinggi.
Berdasarkan uraian tersebut di atas maka SWOT tata pamong dapat diidentifikasi sebagai berikut :
Kekuatan Peluang
1.Tersedianya uraian tugas yang jelas
2.Mekanisme tata pamong yang jelas
3.Kualifikasi Pejabat struktural yang relatif memadai.
4.Adanya dukungan tenaga administrasi yang relatif memadai.
5.Hubungan kerja yang kondusif. 1. Adanya motivasi yang tinggi dari pegawai untuk meningkatkan kemampuannya.
2. Adanya paradigma baru dalam pengelolaan perguruan tinggi dan program pascasarjana.
3. Hubungan kerja sama individu yang semakin baik.
Kelemahan Ancaman
1. Etos kerja produktif yang masih rendah.
3. Sarana dan prasarana administrasi yang masih terbatas.
4. SDM tenaga administasi masih perlu ditingkatkan.
5. Terbatasnya dana pengembangan tenaga administrasi. 1. Pemahaman terhadap fungsi dan tugas pokok yang masih rendah
2. Komunaksi dan koordinasi antar bagian yang masih parsial
Berdasarkan identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, maka program studi magister kajian budaya dipandang memiliki kekuatan untuk dapat memanfaatkan peluang yang dimiliki untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengelolaan program studi. Dengan demikian pada masa yang akan datang program studi magister kajian budaya dapat menjadi program studi yang dapat dipercaya oleh masyarakat, walaupun dalam program studi tersebut masih terdapat kelemahan-kelemahan seperti etos kerja yang masih rendah, terbatasnya sarana dan prasarana, terbatasnya dana . Akan tetapi kekurangan-kekurangan tersebut akan terus diperbaiki melalui berbagai upaya berdasarkan jenis kelemahannya. Upaya untuk memperbaiki etos kerja yang rendah adalah dengan memberikan dorongan moril kepada unsur pimpinan dan karyawan. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi keterbatasan dana adalah melakukan pengehematan biaya dan berusaha melakukan kerjasama dpihak eksternal.
2.2. Pengelolaan Lembaga (institutional management).
a. Kepemimpinan
Penyelenggaraan program studi magister kajian budaya dipimpian oleh ketua program studi yangbertanggung jawab kepada direktur pascasarjana. Ketua program studi diangkat oleh rektor atas usul pimpinan pascasarjana dengan masa jabatan 3 (tiga tahun) dan dapat diangkat kembali.
b. Perencanaan dan pengembangan program.
Dalam upaya meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan program studi guna menghasilkan lulusan yang berkualitas yang relevan dengan kebutuhan steakholder, maka perlu dilakukan perencanaan program secara terpadu. Untuk meningkatkan efektifitas dan keterpaduan perencaan dan pengembangan program studi maka dilakukan dengan menggunakan sistem perencanan, penyusunan program dan penganggaran terpadu (SP4). Namun demikian dalam pelaksanaannya sistem ini belum berjalan efektif. Hal ini disebabkan selain adanya keterbatasan perangkat lunak juga karena keterbatasan perangat keras. Selain itu pengelolaan SP4 belum sepenuhnya dilaksanakan secara optimal khusus belum adanya keterpaduan antara usulan anggaran rutin, pembangunan dan daftar rencana kebutuhan.
c. Pelacakan Lulusan
Kegiatan pelacakan lulusan yang dilakukan saat ini berkaitan dengan usaha mencari informasi mengenai relevansi kurikulum dengan pengguna lulsan belum dilakukan secara terencana dan sistematis. Kegiatan yang dilakukan baru terbatas pada kegiatan informal yang dilakukan oleh dosen dengan cara menjaring informasi dari lulusan pada saat dosen melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
d. Jaminan mutu program studi dan lembaga perguruan tinggi
Penjaminan Mutu di PPs didasarkan kepada Dokumen Mutu Universitas yang meliputi Kebijakan Akademik PPs, Manual Mutu Akademik, Manual Prosedur Akademik dan Standar Akademik ditambah dengan Standard Operating Procedure. Sebagai bagian dari jaminan mutu program studi, maka semua dosen pengajar pada program studi magister kajian budaya bergelar doktor dengan motivasi mengajar yang cukup tinggi.
e. Dampak proses penjaminan mutu terhadap pengalaman belajar mahasiswa.
Pengendalian mutu juga dilakukan secara individual kepada mahasiswa melalui ujian untuk setiap matakuliah. Monitoring terhadap perkembangan studi mahasiswa dilakukan setiap akhir semesteruntuk mengetahui apakah ada mahasiswa yang mengalami hambatan studi. Hasilnya kemudian ditindaklanjuti dengan bantuan bimbingan kepada mahasiswa yang bersangkutan. Hasilnya banyak mahasiswa yang merasa terbantu dengan adanya kebijakan tersebut.
Berdasarkan komponen pengelolaan lembaga, maka SWOT program studi dapat diidentifikasi sebagai berikut :
Kekuatan Peluang
1. Kualifikasi Dosen S3
2. kapasitas ruang kuliah cukup memadai
3.Adanya Sistem Perencanaan terpadu
4.Keterampilan mengajar
5.Frekuensi perkuliahan 1. Motivasi belajar mahasiswa yang tinggi
2.Kerjasama dengan pihak ekstren
Kelemahan Ancaman
1.Sistem Perencanaan belum efektif
2.Sarana dan prasarana pembelajaran terbatas.
3.Kualitas Input Mahasiswa
4. organisasi Alumni belum optimal
1.Kualitas Input mahasiswa
2.Relevansi dengan kebutuhan pengguna lulusan
Berdasarkan identifikasi SWOT tersebut di atas maka jaminan pencapaian tujuan dan sasaran masih mungkin dilakukan karena adanya motivasi dan peluang untuk melakukan kerjasama dengan pihak eksternal.
STANDAR 3.MAHASISWA DAN LULUSAN
3.1. Sistem seleksi
Sistem seleksi mahasiswa baru dilakukan secara terpadu yaitu melalui seleksi ujian tulis dan tes wawancara.
3.2 Profil Mahasiswa.
Tahun Akade-mik Daya Tampung Jumlah Calon Mahasiswa Jumlah Mahasiswa Baru Jumlah Total Mahasiswa Jumlah Lulusan
IPK Lulusan Mahasiswa Bukan Transfer Jumlah Mahasiswa WNA
Ikut Seleksi Lulus Seleksi Bukan Transfer Transfer(1) Bukan Transfer Transfer(1) Bukan Transfer Transfer(1) Min Rata2 Mak
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14)
2009 90 0 0 0 0 0 0 A1= 0 0 B1= 0
2010 90 28 28 0 0 28 0 A2=0 0 B2= 0
2011 90 18 18 0 0 18 0 A3=26 0 3,5 B3= 3,69 3,9 0
2012 90 35 32 0 0 32 0 A4= B4=
TS 90 0 0 0 0 0 A5= B5=
Jumlah 30 27 27 27
Rata-rata IPK untuk lulusan lima tahun terakhir = 3,69
Dihitung dengan rumus : (A1xB1+A2xB2+A3x3+A4xB4+A5xB5)/(A1+A2+A3+A4+A5)
Rata-rata lama studi untuk lulusan lima tahun terakhir = …tahun
Jika dilihat dari distribusi mahasiswa per angkatan menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa kajian budaya bergerak sangat dinamis. Hal ini terlihat pada jumlah mahasiswa yang terdaftar dari tahun 2009-2011 sebagai berikut: tahun 2009 berjumlah 28 orang, tahun 2010 berjumlah 18 dan tahun 2011 berjumlah 32 orang.
3.2 Pelayanan untuk mahasiswa
Bantuan tutorial yang bersifat akademik dilakukan melalui bimbingan dosen pembimbing yang diorganisir oleh ketua Program studi magister kajian budaya yang dilakukan baik secara formal maupun informal. Secara formal dosen pembimbing ditetapkan oleh ketua program studi magister kajian budaya melalui surat keputusan, kemudian mahasiswa melakukan proses pembimbingan. Sedangkan secara informal mahasiswa dapat menghubungi ketua program studi atau atau dosen tetap kajian budaya untuk berdiskusi dan melakukan kerja-kerja akademik secara tidak formal.
Berdasarkan uraian tersebut di atas maka SWOT kompoen kemahasiswaan dapat diidentifikasi sebagai berikut :
Kekuatan Peluang
1. Sistem seleksi yang terintegrasi
2. Kecenderungan peningkatan IPK
3.Aktivitas dosen memberikan bimbingan
1. Peningkatan IPK
2.Motivasi belajar mahasiswa
Kelemahan Ancaman
1. Mahasiswa belum terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler
2. Ada kecenderungan mahasiswa menunda-nunda penyelesaian studi
.
1. Dinamika dunia kampus
2. belum ada sumber beasiswa
Berdasarkan identifikasi SWOTtersebut maka program studi magister kajian budaya harus melakukan langkah-langkah kongkrit untuk mendorong mahasiswa agar fokus pada upaya penyelesaian studi tepat waktu dan perlu pula melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler.
STANDAR 4. SUMBER DAYA MANUSIA
4.1 Pengelolaan Sumber Daya manusia
Sistem rekruitmen, dimulai dari analisa kebutuhan program studi dan rencana universitas terhadap sumberdaya manusia kedepan baik untuk dosen maupun tenaga kependidikan sesuai kempetensi yang dibutuhkan. Syarat untuk dosen harus berpendidikan doktor dan telah berpengalaman sebagai dosen, sedangkan tenaga kependidikan minimal S1, agar semua tenaga ini mampu mengemban tugas dengan baik. Pencarian sumber tenaga kerja dilakukan melalui jaringan internal maupun pemasangan iklan lowongan kerja, verifikasi pelamar, proses interview dan test kemampuan teknis, psikotest, penetapan, standar gaji, penempatan karyawan, pemberhentian, promosi, demosi, penghargaan dan pemberian sanksi.
4.2 Ketersediaan Dosen, Tenaga Administrasi, Teknisi Dan Pendukung
Tenaga dosen dan tenaga kependidikanyang di rekrut harus sesuai dengan standar yang ditetapkan baik standar pendidikannya, sejarah akademisinya, latar belakang keilmuannya, asal lembaga di mana mereka belajar, agar ini benar benar sesuai dengan kompetensi yang diinginkan oleh karena itu penempatannya harus sesuai dengan kebutuhan dari prodi magister kajian budaya.
Saat ini ketersediaan tenaga dosen kajian budaya relatif cukup sebanding dengan jumlah mahasiswa, demikian pula dengan tenaga administrasi dipandang masih cukup, baik dari segi kuantitas maupun kualitas..
Tenaga tenisi dan pendukung sampai saat ini belum tersedia di programn studi, dan program studi masih memanfaatkan tenaga teknisi dan pendukung dari universitas.
4.3 Mutu, kualifikasi dan kesesuian sumber daya manusia
Mutu, kualifikasi dan kesesuaian sumber daya manusia cukup memadai. Hal ini tercermin dari jumlah dosen tetap yang telaberumlah 20 orang yang terdiri dari enam guru besar dan 14 orang bergelar doktor.
4.4 kecukupan
Ditunjau dari kecukupan sumber daya manusia menunjukkan bahwa untuk tenaga teknisi dan programer belum ada yang ditempatkan di program studi, sementara tugas pokok program studi relatif banyak. Sementara itu untuk tenaga dosen rasio kecukupan secara gradual relatif meadai.
4.5 Pengembangan Staf
Tenaga dosen dan tenaga kependidikan yang sudah ditempatkan di prodi magister kajian budaya secara berkala dibina dan diarahkan agar mereka dapat memiliki tingkat kompetensi yang diinginkan serta mampu mengemban tugas secara mandiri dalam rangka pelaksanaan tridharma secara efektif.
Berdarkan uraian komponen sumber daya manusia, maka identifikasi SWOT dapat dirumuskan sebagai berikut :
Kekuatan Peluang
1. Pembiaan dosen dan staf
2. Ketersediaan Dosen
3. Kualifiaksi dosen doktor dan guru besar
4.Adanya Peraturan Kerja (kode Etik)
1. Penambahan tenaga administrasi
2. Penambahan teknisi dan pendukung
3. Kursus pelatihan staf
4. kerja sama pelatihan dengan ekstern.
Kelemahan Ancaman
1. Teknisi dan pendukung tidak ada.
2. Pengembangan staf
1. Kelangkaan dana pengembangan staf
2. Keterbatasan beasiswa (S3).
3. Menurunya semangat kerja staf
Berdasarkan identifikasi SWOT di atas, maka dalam upaya pencapaian tujuan dan sasaran program studi perlu memanfaatkan peluang yang ada terutama memanfatakan, dan mengefektifkan tenaga dosen untuk membantu program studi dalam mengelola adminstrasi sebelum adanya penambahan staf.
STANDAR 5. KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN SUASANA AKADEMIK
5.1 Kesesuaian dengan visi, misi, sasaran dan tujuan.
Mata kuliah yang ditawarkan memiliki keterkaitan dengan pengembangan kebudayaan, dengan demikian kompetensi yang ada pada setiap mata kuliah diarahkan pada pencapaian misi dan tujuan program studi. Misalnya, dalam pencapaian misi yang pertama yang berkaitan dengan pelaksanaan tridharma Perguruan Tinggi secara konsisten untuk peningkatan dan pengembangan kebudayaan lokal sebagai tonggak kebudayaan nasional yang dilandasi oleh semangat egalitarian dan multikultural, maka Program studi menempatkan beberapa mata kuliah yang mengkaji kebudayan lokal dan menetapakan adanya mata kuliah etnisitas dan multicultural.Kenyatan ini adalah sebagai upaya untuk mengejawantahkan misi program studi dalam berbagai mata kuliah.
5.2 Relevansi dengan tuntutan dan kebutuhan stakeholders.
Peningkatan dan tuntutan stakeholder perlu disesuaikan dengan rancangan mata kuliah. Peningkatan tekanan pada kearifan lokal, maka program studi berusaha memberikan tekaan pada mata kuliah tradisi lisan nusantara dan Sulawesi tenggara . Hal ini dilakukan oleh kaeran program studi menyadari Sulawesi Tenggara sebagai provinsi yang kaya dengan warisan budaya masa lampau.
5.3 Kompetensi lulusan yang diharapkan
Kompetensi lulusan Program Magister Kajian Budaya diarahkan pada dua bidang kompetensi yaitu sebagai peneliti dan ilmuwan, dan sebagai konsultan dan perencana dalam bidang kebudayaan. Hal ini dimaksudkan untuk menghadapi tingkat persaingan pencari kerja yang semakin meningka.
5.4 Derajat integrasi materi pembelajaran
Untuk menjamin inegritas materi pembelajaran, maka dosen pengajar mata kuliah tersebut melakukan kordinasi, segingga SAP yang disusun benar-benar mencerminkan integritas dan reelevansinya dengan tujuan pembelajaran matakuliah.
5.5 Relevansi kurikulum lokal dengan kebutuhan masyarakat terdekat dan kepentingan internal lembaga.
Rancangan kurikulum berdasarkan muatannya nampak bahwa dari 42 jumlah SKS yang harus diselesaikan 30% SKS merupakan kurikulum muatan lokal, mata kuliah yang merupakan muatan lokal adalah mata kuliah keahlian lanjutan dan mata kuliah mandiri.
5.6 Tesis
Proses penulisan tesis dapat dimulai jika penunjukan komisi pembimbingan telah di tentukan oleh kaprodi yang ditandai surat keputusan direktur PPS Unhalu tentang pembimbingan dan penyerahan usulan penyusunan penelitian tesis, oleh karena itu proses penulisan tesis harus dapat menjamin mutu penulisan yang telah ditentukan..
Berdasarkan uraian tersebut maka SWOT yang dimiliki Program Studi Manajemen dapat diidentifikasi sebagai berikut :
Kekuatan Peluang
1. Kurikulum relevan dengan visi, misi dan tujuan.
2. adanya relevansi dengan tuntutan kebutuhan stakeholder.
3. Pengembangan metode pembelajaran
4. Derajat integrasi materi pembelajaran yang cukup tinggi.
5. Adanya relevansi kurikulum lokal dengan kebutuhan masyarakat.
6. Tersedianya mata kuliah yang mempertinggi kompetensi mahasiswa
1. Dukungan dari stakeholder
1. Penambahan mata kuliah untuk mengadopsi muatan lokal.
2. Terbukanya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan S3 bagi lulusan.
Kelemahan Ancaman
1. Penelaahan SAP belum dilakukan secara sistematis.
2. Belum Adanya kelompok pengkajian terhadap relevansi SAP.
3. Belum dilakukan studi yang teratur terhadap relevansi kurikulum dengan pengguna lulusan.
4. Belum ada kajian tentang sumbangsi tesis mahsiswa bagi masyarakat pengguna .
1. Ketidak sesuaian kurikulum dengan tuntutan teknologi dan kemajuan informasi
Berdasarkan identifikasi SWOT tersebut, maka untuk mencapai tujuan dan sasaran program studi dimasa yang akan datang dapat membentuk kelompok kajian SAP dan melakukan studi relevansi kurikulum secara teratur, sistematis dan terpadu. Selain itu, perlu pula mengkaji sejauh mana hasil karya (tesis mahasiswa) bernilai guna bagi masyarakat pengguna.
5.7 Suasana Akademik
Secara umum suasana akademik sangat kondusif, hal ini selain disebabkan oleh ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran, juga disebabkan oleh hubungan dosen dengan mahasiswa yang berlangsung begitu baik. Kehangatan hubungan mahasiswa dan dosen terlihat dalam berbagai kegiatan eperti kegiatan bakti sosial, kunjungan ke institusi-institusi yang diprogramkan oleh mahasiswa. Dosen yang ditunjuk sebagai pendamping secara aktif memberikan bimbingan dan arahan agar kegiatan berjalan dengan baik. Kegiatan seminar, lokakarya, dan pelatihan dikampus selalu melibatkan peran aktif para mahasiswa baik sebagai peserta maupun sebagai penggagas kekiatan khususnya yang terkait kajian topik topik yang aktual di tengah masyarakat dan media.
5.8 Pembelajaran
5.8.1 Mengajar-Belajar
Kegiatan mengajar dosen pada program studi Kajian Budaya senantiasa mengacu kompetensi lulusan dan keinginan stakeholder. Keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar mengajar relatif aktif hal ini terjadi pada matakuliah yang diajarkan metode diskusi .Dengan cara seperti ini maka mahasiswa diharapkan akan mampu mengemukakan pendapatnya dan mahasiswa diharapkan belajar mandiri.
5.9 Penilaian
Strategi dan metode penilaian kemajuan mahasiswa dilakukan sesuai dengan pedoman akademik yang berlaku. Dengan sistim penilaian ini diharapkan mahasiswa menerima kelayakan hasil belajarnya..
5.10 Hasil Pembelajaran
Kompetensi yang dicapai dibandingkan yang diharapkan cukup baik hal ini tercermin dari nilai IPK lulusan dan sebagian besar berada pada rentang 3,20 – 3,80.
Berdasarkan uraian di atas proses pembelajaran telah berjalan baik dan ini merupakana kekuatan yang bisa digunakan untuk mencapai sasaran dan tujuan program studi.
STANDAR 6. PEMBIAYAAN, PRASARANA, SARANA
DAN SISTEM INFORMASI
6.1 Keuangan
a. Pengelolaan : Pengelolaan keuangan program studi dilakukan secara terpusat di Universitas dan bagian keuangan program pascasarjana. Kebutuhan untuk kepentingan administrasi di pasok dalam bentuk fisik.
b. Sumber Dana dan Pembiayaan : Sumber dana bagi pengelolaan program studi sehari berasal dari Universitas.
c. Akuntabilitas : Pertanggung jawaban keuangan dilakukan secara terpadu dengan pengelolaan keuang program pascasarjana.
d. Kecukupan : Banyaknya kegiatan yang harus dilakukan berkaitan dengan pengembangan program studi, maka jumlah dana yang dipasok sangat kurang.
Berdasarkan uraian tesebut maka Program studi dalam aspek keuangan relatif tidak memiliki kekuatan, namun karena sumber dana berasal dari hirakhi yang lebih tinggi Apabila Program studi diberi kebebasan mengelola dana sesuai dengan proporsi mahasiswa maka program studi akan memiliki keluasaan alam pencapaian tujuan dan sasarannya.
6.2 Sarana dan Prasarana
6.2.1 Pengelolaan : Pengelolaan Infra struktur dilakukan secara terpusat baik oleh Pascasarjana maupun Universitas.
6.2.2 Ketersediaan dan Kualitas Kedung, ruang Kuliah : Gedung dan ruang
6.2.3 cukup tersedia dengan kualitas relatif baik, namun perlu adanya peningkatan pencahayaan dan sirkulasi udara dan perbaikan lantai. Untuk ruang. Sementara itu kursi kuliah relatif cukup dengan kulaitas sedang, media mengajar sangat kurang dan perlu ada peningkatan.
6.2.4 Fasilitas Pendukung Pembelajaran : Fasilitas pembelajaran relatif cuku terutama untuk strategi tutorial, namun untuk variasi strategi perlu ada peningkatan media mengajar. Fasilitas penelitian walaupun di program studi tidak tersedia, namun sebagian besar tenaga dosen memiliki komputer sebagai fasilitas pendukung penelitian. Sehingga kerjasama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat banyak menggunakan fasilitas dosen.
6.2.5 Kecukupan : Untuk ruang kuliah cukup tersedia namun untuk media mengajar perlu ada peningkatan
6.2.6 Kesesuaian : Dengan terbatasnya fasilitas/media mengajar maka strategi pembelajaran perlu disesuiikan dengan fasilitas yang ada.
Berdasarkan uraian tersebut maka kekuatan yang dimiliki oleh program setudi kajian budaya terbatas pada hak penggunaan gedung dan pemeliharaan. Sedangkan infrastruktur yang lain, seperti fasilitas / media mengajar, penelitian terbatas. Namun demikian tersedianya sarana yang dimiliki dosen yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan penelitian. Adanya paradigma otonomi, maka program studi memiliki peluang untuk meningkatkan sumber dana demi penyediaan sarana pembelajaran dan penelitian.
6.3 Sistem Informasi
Sarana dan prasarana sistem informasi masih terbatas, hal ini disebabkan terbatasnya dana baik di tingkat program pascasarjana maupun Universitas. Disamping masih terbatasnya sarana, tenaga yang memahami sistem informasi juga masih terbatas. On-campus connectivity belum dapat dilakukan secara maksimal karena terbatasnya dana, sarana dan prasarana.
6.4 Keberlanjutan (Sustainability)
Sumber dana yang digunakan untuk kelangsungan kegiatan operasional dan peningkatan kinerja saat ini masih bergantung pada dana program pascasarjana dan Universitas, demikian pula penyediaan dan pemeliharaan prasarana sepenuhnya dilakukan oleh program pascasarjana dan Universitas. Sementara itu ketersediaan tenaga juga saat ini relatif cukup namun untuk meningkatkan kinerja perlu adanya tambahan tenaga staf, khususnya tenaga tekniksi.
Kelangsungan program studi sangat ditentukan oleh minat dari calon mahasiswa baru. Minat calon mahaiswa terhadap program studimagister kajian budaya cukup bagus hal ini terlihat dari jumlah peminat mendaftar di program studi tersebut dari tahun ke tahun yakni tahun 2009 peminat 28 orang, tahun 2010 peminat berjumlah 18 dan tahun 2011 berjumlah 32 orang.
Berkaitan dengan pasar tenaga kerja menunjukkan bahwa sampai saat ini waktu tunggu lulusan bagiperolehan pekerjaan pertama relatif cepat, hal ini dinyatakan oleh beberapa alumni yang berkunjung untuk keperluan tertentu ke program studi.
STANDAR 7. PENELITIAN, PELAYANAN/PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, DAN KERJASAMA
7.1 Penelitan, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi.
Dosen program studi kajian budaya senantiasa melakukan penelitian,pengabdian kepada masyarakat dan publikasi ilmiah,baik secara perorangan maupun kelompok, akan tetapi yang terdokumenkan belum begitu banyak. Namun demikian, pada tahun-tahun ke depan akan dilakukan pendataan dan pendokumentasian secara tertib.
E. Profil Program Studi Magister Kajian Budaya
Berdasarkan penjelasan perkomponen yang dikemukakan di atas, maka kinerja mutu program studi dapat dilihat tiga aspek penyelenggaraan program studi yaitu aspek Input, Proses dan keluaran. Berdasarkan hal itu maka profil program studi di dasarkan atas tiga aspek sebagai berikut :
1. Input.
a. Kemahasiswaan
Peminat calon mahasiswa terhadap program studi kajian budaya dapat dicermati pada tabel berikut ini.
Tabel . Profil Mahasiswa Baru Berdasarkan Tahun masuk
Tahun Akademik Pendaftar Diterima
1 2 3
2009/2010 28 28
2010/2011 18 18
2011/2012 35 32
Sumber: Bagian Prodi Kajian Budaya
b. Sumber daya manusia.
Dosen tetap program studi kajian budaya berjumlah 20 orang yang terdiri dari 3 guru besar dan 17 doktor. Selain memiliki dosen tetap program studi magister kajian budaya juga memiliki dosen tidak tetap yang tergabung dalam Asosiasi Tradisi Lisan, dimana para pengajar tersebut merupakan dosen tetap pada Universitas Indonesia, UGM, Unair dan IKJ. Dengan demikian jika dilihat dari aspek sumber daya manusia menunjukkan bahwa kualitas tenaga dosen cukup representatif dan cukup memadai. Walaupun demikian sebagai usaha meningkatkan kualitas suber daya manusia, maka kedepan program studi kajian budaya tetap berusaha untuk menodorong para dosen untuk terus meningkatkan kualitas intelektualnya melalui riset atau kursus singkat.
c.Sarana dan prasarana
Sarana dan prasarana yang dimiliki relatif terbatas terutama untuk media pembelajaran, sedangkan untuk perkuliahan, ruang dan fasilitas pendukung relatif memadai. untuk meningkatkan kinerja program studi, maka di masa depan akan diusahakan pencarian sumber dana guna memenuhi tuntutan ketersediaan sarana dan prasarana.
d. Kurikulum.
Pelaksanaan kurikulum selama ini berjalan baik, perkuliahan sesuai dengan sasaran, mahasiswa secara aktif melaksanakan tugas-tugas baik yang terstruktur maupun tugas tidak terstruktur. Dalam pembelajaran menggunakan model student center. Dalam usaha memberikan peluang kepada mahasiswa melanjutkan studi, pengembangan probadi dan perolehan pengetahuan maka diusahakan intensitas bimbingan baik secara terorganisir maupun secara informal.
2. Proses
Pengelolaan kelembagaan selama ini dilakukan secara sentralistik, artinya program studi bertindak selaku hirarkhi lembaga terdepan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan pengelolaan program. Dalam proses pengelolaan kelembagaan, maka dibangun efektifitas hubungan, baik hubungan direktif fungsional, hubungan pengawasan maupun hubungan konsultatif. Pengelolaan keuangan selama ini dilakukan secara terpusat, artinya pasokan kebutuhan dilakukan pihak PPs dan universitas.
Penjaminan kelancaran proses pengelolaan lembaga dilakukan secara sungguh-sungguh, walaupun terdapat keterbatasan sarana administrasi namun pelaksanaan proses untuk kegiatan belajar mengajar dapat dilaksanakan dengan baik. Sistem komputerisai dalam pengelolaan nilai yang dilakukan secara terpusat dan sangat membantu ketepatan pelaksanaan kegiatan kuliah.
Seminar proposal dan ujian tesis dapat berjalan dengan baik dengan menetapkan hari tertentu sebagai hari untuk pelaksanaan ujian proposal atau tesis. Kegiatan ilmiah yang diikuti mahasiswa belum dilakukan secara terencana dengan baik, terutama kegiatan yang menyangkut pihak diluar universitas, hal ini terkait dengan keterbatasan dana.
Sistem evaluasi yang dilakukan sesuai dengan pedoman akademik dan sistem ini telah dirancangan untuk memuaskan semua pihak dengan memperhatikan prinsip kejujuran dan keadilan. Evaluasi untuk pelaksanaan kurikulum sesuai dengan ketentuan dan jadwal yang telah ditetapkan dalam kalender akademik universitas.
3. Keluaran.
Program studi kajian budaya telah menamatkan satu angkatan yakni tahun 2011 dengan jumlah lulusan 26 orang dengan rentang IPK terendah 3,20 dan tertinggi 3,90.
F. Analisis SWOT Program Studi
Berdasarkan analisis SWOT perkomponen yang diuraikan di atas, maka dapat dirumuskan SWOT program studi secara keseluruhan. Unsue-unsur yang menjadi kekuatan program studi kajian budaya adalah adanya visi, misi, tujuan dan sasaran yang akan mengarahkan program studi dalam pelaksanaan kegiatannya. Dengan suasana akademis yang kondusif yang memungkinkan interaksi dosen dan mahasiswa, dosen dengan dosen dan dosen dengan pegawai maka akan tercipta harmoni yang membentuk sinergi. Adanya sinergi ini akan mempercepat proses pencapaian tujuan program studi. Dengan jumlah dosen dengan kualifikasi guru besar dan doktor merupakan kekuatan untuk mengefektifkan kegiatan pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, berbagai kegiatan telah dilaksanakan baik secara intern yang dilakukan mandiri maupun kelompok dengan memanfaatkan dana yang berasal dari Departemen Pendidikan Nasional maupun dengan pihak luar yang berfungsi sebagai mitra.
Dalam proses pembelajaran sasaran yang ditetapkan telah dicapai dimana rata-rata IPK mahasiswa telah mencapai 3,69. Dengan capaian ini, maka program studikajian budaya memiliki landasan yang lebih baik untuk mengembangkan diri di masa yang akan datang.
Dalam aspek kurikulum program studi telah berusaha mengadopsi muatan lokal untuk menjawab kebutuhan dan keinginan steakholder, jumlah SKS yang menjadi muatan lokal mencaai sekitar 30 % dari seluruh SKS yang ditawarkan.
Disamping kekuatan yang dimiliki beberapa kelemahan masih ada dalam proses pelaksanaan kegiatan di program studi kajian budaya terutama berkaitan dengan ketersediaan staf khususnya tenaga teknisi dimana jumlahnya masih kurang dibandingkan dengan beban tugas yang harus dilaksanakan untuk memberikan pelayanan baik kepada dosen maupun kepada mahasiswa. Dalam upaya meningkatkan efektifitas proses pembelajaran waluapun terdapat keterbatasan sarana pembelajaran, dosen secara intensif memberikan variasi teknik mengajar, dengan cara ini kekurangan media mengajar tidak menjadi penghalang untuk mencapai komtensi yang ditentukan dalam SAP.
Sistem penigkatan dan pengendalian mutu belum didukukung oleh prasarana yang memadai, kondisi ini jika tidak diatasi akan berdampak pada menurunnya kualitas hasil belajar. Dalam upaya peningkatan dan pengendalian kinerja mutu dukungan sistem mutlak diperlukan. Atas dasar hal tersebut, maka program studi berupaya secara maksimal melalui pemberdayaan sarana yang ada. Untuk mengetahui kinerja mutu, maka program studi melakukan penjaringan umpan balik dari mahasiswa, namun upaya ini belum dilakukan secara sistemnatis dan terjadwal secara periodik. Di masa yang akan datang upaya ini akan lebih diintensifkan dalam rangka perbaikan proses pembelajaran.
Hasil-hasil kegiatan penelitian umumnya baru dipublikasikan pada jurnal-jurnal lokal, walaupun ada sebagian kecil yang dipublikasikan pada jurnal nasional dan internasional. Pada masa yang akan datang program studi akan mendorong para dosen untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya baik pada jurnal nasional maupun internasional.
Minat para dosen dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga masih rendah, salah satu factor penyebabnya adalah masih minimnya sarana dan prasarana untuk melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah program studi memotivasi para dosen untuk senantiasa melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat walaupun dengan sarana yang terbatas.
Dalam pada itu, upayaagar kegiatan program studi tetap berlanjut maka, program studi harus sigap dalam memanfaatkan semua peluang yang dimiliki sehingga misi yang diemban dan tujuan yang ditargetkan dapat tercapai. Selain itu, program studi juga harus terus membangun hubungan kemitraan dengan pihak lain, serta menjaga keharmonisan hubungan yang telah terbangun tersebut. Program studi juga harus memanfaatkan kemajuan teknologi informatika yang berkembang dengan baik dan berusaha menemukan konsep-konsep baru berkaitan dengan perkembangan teknologi tersebut.
Disamping kekuatan, kelemahan dan peluang yang harus dimanfaatkan, penyelenggaraan kegiatan program studi tidak luput dari ancaman. Untuk menghindari ancaman yang mungkin terjadi antara lain kurangnya, bahkan tidak adanya peminat atau hal-hal lain sehingga mengakibatkan program studi dapat ditutup atau kehilangan kepercayaan pada masyarakat, maka program studi harus berupaya memberikan pelayanan dan hasil kerja yang maksimal, terutama dalam menjaga kualitas lulusan, menjaga hubungan baik dengan stake kholder. Perlakuan yang kurang kondusif bagi pengembangan staf akan berdampak pada menurunnya semangat dan gairah kerja. Penurunan semangat dan gairah kerja ini akan berdampak pada kelambanan peleyanan. Untuk menghndari terjadinya hal ini maka program studi perlu memberikan penghargaan yang layak dan wajar bagi staf yang memiliki kinerja yang baik.
DAFTAR RUJUKAN
Departemen Pendidikan Nasional- Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, 2001, Pedoman Evaluasi Diri Program Studi, BAN-PT, Jakarta.
Departemen Pendidikan Nasional- Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, 2001, Panduan Pengisian Borang Akreditasi Program Studi Jenjang S1, BAN-PT, Jakarta.
EVALUASI DIRI
PROGRAM STUDI
KAJIAN BUDAYA
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS HALUOLEO
2012
A. DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul ................................................................................................ i
A. Daftar Isi ......................................................................................................... ii
B. Rangkuman Eksekutif .................................................................................... 1
C. Susunan Tim Evaluasi Diri ............................................................................ 3
D. Uraian dan Analisis SWOT Per Komponen .................................................. 4
1. Visi, Misi, Tujuan dan sasaran ......................................................... 4
2. Tata Pamong (Governance) .............................................................. 6
3. Mahasiswa dan Lulusan…………………….................................... 11
4. Sumber Daya Manusia...................................................................... 13
5. Kurikulum, Pembelajaran dan Suasana Akademik .......................... 15
6. Pembiayaan, Prasarana, Sarana dan Sistem Informasi...................... 19
7. Penelitian, Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama.......................................................................................... 21
E. Profil Program studi Kajian Budaya PPs Univ. Haluoleo......................... 22
F. Analisis SWOT Program Studi ............................................................... 24
G. Rujukan .................................................................................................... 27
H. Lampiran
afwan
Rabu, 06 Juni 2012
Lampiran 5. Tes Siklus I
Soal Tes Siklus I
Petunjuk :
1. Tulislah nama lengkap dan kelas pada lembar jawaban
2. Jawablah pertanyaan di bahwa ini dengan baik
Soal
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat diantara a, b, c, atau d
1. Sumber energi terbesar dibumi adalah . . .
a. lampu b. matahari c. bulan d. api
2. Energi panas dapat bermanfaat sebagai berikut kecuali
a. memasak b. menggoreng c. menjemur d. menyiram
3. Lilin yang dinyalakan menghasilkan energi . . .
a. panas b.bunyi c. listrik d. gerak
4. Mentega yang wujudnya padat jika dipanaskan maka akan . . .
a. mencair b.membeku c. menyublim d. menguap
5. Getaran yang dapat kita dengar disebut . . .
a. panas b. bunyi c. getar d. petir
B. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar !
1. Lilin dapat menjadi sumber energi panas jika . . .
2. Telur yang wujudnya cair setelah di goreng menjadi padat. Hal tersebut terjadi karena adanya energi . . .
3. Mentega yang disimpan pada sendok kemudian didekatkan pada lilin yang menyala akan mencair karena panas dapat . . .
4. Termos adalah salah satu alat yang dapat kita gunakan untuk mencegah terjadinya perpindahan . . .
5. Salah satu manfaat energi panas bagi manusia adalah untuk . . .
….Selamat Bekerja….
Jawaban Tes Siklus I
Jawaban :
A. Pilihan Ganda :
No Skor
1. b (15)
2. d (15)
3. a (15)
4. a (15)
5. b (15)
B. Uraian
1. Lilin yang dinyalakan, kompor yang dinyalakan, setrika yang hubungkan dengan listrik (15)
2. Mentega disimpan disendok . lilin kemudian dinyalakan lalu mentega yang disendok tersebut di dkatkan pada lilin yang menyala sehingga energi panas dari lilin berpindah pada sendok kemudian diteruskan pada mentega sehingga mempengaruhi wujud mentega tersebut. (15)
3. Menjemur cucian, memasak, mengeringkan ikan (15)
4. Gitar yang dipetik, Orang yang sedang berbicara, radio (15)
5. Benang, air, udara (15)
Lampiran 6. Tes Siklus II
Soal Tes Siklus II
Petunjuk :
3. Tulislah nama lengkap dan kelas pada lembar jawaban
4. Jawablah pertanyaan di bahwa ini dengan baik
Soal
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat diantara a, b, c, atau d
1. Berikut ini adalah salah sifat-sifat bunyi kecuali . . .
a. dapat merambat melalui benda padat
b. dapat merambat melalui benda gas atau udara
c. dapat merambat jika ada medium perantara
d. dapat merambat walaupun tanpa medium perantara
2. Bunyi dihasilkan oleh benda yang . . .
a. bergetar b. panas c. bersinar d. berdawai
3. Bunyi yang dapat di dengar manusia memiliki . . .getaran per detik
a. kurang dari 20 Hz c. 20 sampai 20.000 Hz
b. kurang dari 200 Hz d. lebih dari 20.000 Hz
4. Berikut ini yang merupakan sumber energi bunyi adalah . . .
a. gitar di sudut ruangan
b. orang yang berbicara pada pada kegiatan bermain telpon – telponan
c. gitar antik d. gendang
5. Bunyi paling cepat merambat melalui . . .
a. ruang hampa c. benda cair
b. benda padat d. benda gas
B. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar!
1. Lilin dapat menjadi sumber energi panas jika . . .
2. Telur yang wujudnya cair setelah di goreng menjadi padat. Hal tersebut terjadi karena adanya energi . . .
3. Mentega yang disimpan pada sendok kemudian didekatkan pada lilin yang menyala akan mencair karena panas dapat . . .
4. Termos adalah salah satu alat yang dapat kita gunakan untuk mencegah terjadinya perpindahan . . .
5. Salah satu manfaat energi panas bagi manusia adalah untuk . . .
….Selamat Bekerja….
Soal Tes Siklus I
Petunjuk :
1. Tulislah nama lengkap dan kelas pada lembar jawaban
2. Jawablah pertanyaan di bahwa ini dengan baik
Soal
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat diantara a, b, c, atau d
1. Sumber energi terbesar dibumi adalah . . .
a. lampu b. matahari c. bulan d. api
2. Energi panas dapat bermanfaat sebagai berikut kecuali
a. memasak b. menggoreng c. menjemur d. menyiram
3. Lilin yang dinyalakan menghasilkan energi . . .
a. panas b.bunyi c. listrik d. gerak
4. Mentega yang wujudnya padat jika dipanaskan maka akan . . .
a. mencair b.membeku c. menyublim d. menguap
5. Getaran yang dapat kita dengar disebut . . .
a. panas b. bunyi c. getar d. petir
B. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar !
1. Lilin dapat menjadi sumber energi panas jika . . .
2. Telur yang wujudnya cair setelah di goreng menjadi padat. Hal tersebut terjadi karena adanya energi . . .
3. Mentega yang disimpan pada sendok kemudian didekatkan pada lilin yang menyala akan mencair karena panas dapat . . .
4. Termos adalah salah satu alat yang dapat kita gunakan untuk mencegah terjadinya perpindahan . . .
5. Salah satu manfaat energi panas bagi manusia adalah untuk . . .
….Selamat Bekerja….
Jawaban Tes Siklus I
Jawaban :
A. Pilihan Ganda :
No Skor
1. b (15)
2. d (15)
3. a (15)
4. a (15)
5. b (15)
B. Uraian
1. Lilin yang dinyalakan, kompor yang dinyalakan, setrika yang hubungkan dengan listrik (15)
2. Mentega disimpan disendok . lilin kemudian dinyalakan lalu mentega yang disendok tersebut di dkatkan pada lilin yang menyala sehingga energi panas dari lilin berpindah pada sendok kemudian diteruskan pada mentega sehingga mempengaruhi wujud mentega tersebut. (15)
3. Menjemur cucian, memasak, mengeringkan ikan (15)
4. Gitar yang dipetik, Orang yang sedang berbicara, radio (15)
5. Benang, air, udara (15)
Lampiran 6. Tes Siklus II
Soal Tes Siklus II
Petunjuk :
3. Tulislah nama lengkap dan kelas pada lembar jawaban
4. Jawablah pertanyaan di bahwa ini dengan baik
Soal
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat diantara a, b, c, atau d
1. Berikut ini adalah salah sifat-sifat bunyi kecuali . . .
a. dapat merambat melalui benda padat
b. dapat merambat melalui benda gas atau udara
c. dapat merambat jika ada medium perantara
d. dapat merambat walaupun tanpa medium perantara
2. Bunyi dihasilkan oleh benda yang . . .
a. bergetar b. panas c. bersinar d. berdawai
3. Bunyi yang dapat di dengar manusia memiliki . . .getaran per detik
a. kurang dari 20 Hz c. 20 sampai 20.000 Hz
b. kurang dari 200 Hz d. lebih dari 20.000 Hz
4. Berikut ini yang merupakan sumber energi bunyi adalah . . .
a. gitar di sudut ruangan
b. orang yang berbicara pada pada kegiatan bermain telpon – telponan
c. gitar antik d. gendang
5. Bunyi paling cepat merambat melalui . . .
a. ruang hampa c. benda cair
b. benda padat d. benda gas
B. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar!
1. Lilin dapat menjadi sumber energi panas jika . . .
2. Telur yang wujudnya cair setelah di goreng menjadi padat. Hal tersebut terjadi karena adanya energi . . .
3. Mentega yang disimpan pada sendok kemudian didekatkan pada lilin yang menyala akan mencair karena panas dapat . . .
4. Termos adalah salah satu alat yang dapat kita gunakan untuk mencegah terjadinya perpindahan . . .
5. Salah satu manfaat energi panas bagi manusia adalah untuk . . .
….Selamat Bekerja….
silabus
Standar kompetensi : 3. Menggunakan pengukuran sudut, panjang dan berat dalam pemecahan masalah
KOMPETENSI DASAR MATERI POKOK/
PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN ALOKASI
WAKTU SUMBER
BELAJAR
3.1.Menentukan besar sudut dengan satuan tidak baku dan satuan derajat
Sudut
• Menggambar berbagai macam bentuk sudut
• Menentukan besar sudut dari benda sekitar dengan satuan tidak baku
• Menggambar berbagi macam bentuk sudut
• Menentukan besar sudut dari benda sekitar dengan satuan derajat • Menentukan besar sudut dengan satuan tidak baku
• Menentukanbesar sudut dengan satuan derajat Tertulis
5 jp x 35 menit
Buku matematika kelas IV paket
Buku referensi yang sesuai
3.2 Menentukan hubungan antar satuan waktu, antar satuan panjang dan antar satuan berat Satuan waktu, panjang, dan berat
• Mengamati gambar yang berkaitan dengan satuan waktu
• Mengubah satuan waktu
• Mengamati gambar tangga satuan panjang
• Mengubah satuan panjang
• Mengamati gambar tangga satuan berat
• Mengubah satuan berat • Menentukan hubungan antara satuan waktu
• Menentukan hubungan antara satuan panjang
• Menentukan hubungan antara satuan berat Tertulis
6 jp x 35 menit
Buku matematika kelas IV paket
Buku referensi yang sesuai
3.3 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan satuan waktu, panjang, dan berat
Satuan waktu, panjang, dan berat
• Menentukan hasil operasi hitung satuan waktu yang berbeda.
• Menentukan hasil operasi hitung satuan panjang yang berbeda.
• Menentukan hasil operasi hitung satuan berat yang berbeda.
• Menyelesaikan soal cerita sederhana dalam kehidupan sehari – hari melalui operasi hitung berkaitan dengan satuan waktu, panjang, dan berat • Mengubah ukuran satuan waktu, panjang, dan berat
• Menyelesaikan soal cerita sederhana dalam kehidupan sehari – hari berkaitan dengan satuan waktu, panjang, dan berat Tertulis
5 x 35 menit
Buku matematika kelas IV paket
Buku referensi yang sesuai
daftar pustaka
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 1999. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.
, 2009. Penelitian Kependidikan Prosedur dan Strategi. Bandung : Angkasa
, 2009. Proses Pembelajaran Sekolah Dasar. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.
Abdul Wahib, 2003, Psikologi Pendidikan, Jakarta : Rineka Cipta
Ali Muhammad, 1982. Penelitian Kependidikan Prosedur dan Strategi. Bandung :
Angkasa
Ahiri, 2008. Penelitian Kependidikan Prosedur dan Strategi. Bandung :
Angkasa
Syaiful Bahri Djamarah, 2000. Pengembangan Berfikir dan Nilai dalam Pendidikan Matematika. Bandung: Gelar Pustaka Mandiri
Depdikbud, 2002. Penelitian Pendidikan SD. Jakarta.
, 2004. Penelitian Pendidikan SD. Jakarta
Muhamad. ,2009. Meningkatkan Hasil Belajar IPS siswa kelas VI SD Negeri 3 dengan Menggunakan Metode Kerja Kelompok Srikandang Kecamatan Bangsri.Universitas Pendidikan Indonesia. Jakarta.
Mulyono. 2003. Model-model Pembelajaran. Jakarta
Moedjiono. 1992. Bealaja dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Rajawali Pers. Jakarta.
Poerwodarminto, WJS. (1998), Pembelajaran Matematika, Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan :Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan
Saidiharjo, 2003. Asas-Asas Kurikulum. Bumi Aksara. Jakarta.
Sanjaya 2006. ). Penilaian Pencapaian Hasil Belajar. Yogyakarta: FMIPA UNY
Sunaryo Kartadinata, dkk. 2002. Bimbingan di Sekolah Dasar. Bandung : CV
Maulana.
Syaiful, Sagala. 2006. Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bandung: Alfabeta
Syaiful Bahri Djamarah, 2000, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, Jakarta : PT Rineka Cipta.
Soejanto, Agoes., 1979. Bimbingan Ke arah Belajar yang Sukses. Rineka Cipta. Surabaya.
Indra Djati Sidi.2003. Menuju Masyarakat Belajar. Jakarta : Logos
Suharsimi Arikunto, 2003, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta : Rineka Cipta.
Suparno P., 2008. Riset Tindakan untuk Pendidikan. Grasindo. Jakarta.
Soedarno, 1998. Psikologi Pengajaran. Jakarta : PT. Gramedia.
Tabunan, 1987. Pengajaran Matematika. Jakarta : Depdikbud.
Usman, MU. 2001. Menjadi Profesional. Jakarta: Karunika
Wardani, 2004. Penelitian Tindakan Kelas Bagian I, II, III. Jakarta: Dirjen PMPTK.
Winarno Surahmat, 1979. Metodologi Pengajaran Nasional. Bandung : Jemmars.
Anonim, 1999. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.
, 2009. Penelitian Kependidikan Prosedur dan Strategi. Bandung : Angkasa
, 2009. Proses Pembelajaran Sekolah Dasar. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.
Abdul Wahib, 2003, Psikologi Pendidikan, Jakarta : Rineka Cipta
Ali Muhammad, 1982. Penelitian Kependidikan Prosedur dan Strategi. Bandung :
Angkasa
Ahiri, 2008. Penelitian Kependidikan Prosedur dan Strategi. Bandung :
Angkasa
Syaiful Bahri Djamarah, 2000. Pengembangan Berfikir dan Nilai dalam Pendidikan Matematika. Bandung: Gelar Pustaka Mandiri
Depdikbud, 2002. Penelitian Pendidikan SD. Jakarta.
, 2004. Penelitian Pendidikan SD. Jakarta
Muhamad. ,2009. Meningkatkan Hasil Belajar IPS siswa kelas VI SD Negeri 3 dengan Menggunakan Metode Kerja Kelompok Srikandang Kecamatan Bangsri.Universitas Pendidikan Indonesia. Jakarta.
Mulyono. 2003. Model-model Pembelajaran. Jakarta
Moedjiono. 1992. Bealaja dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Rajawali Pers. Jakarta.
Poerwodarminto, WJS. (1998), Pembelajaran Matematika, Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan :Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan
Saidiharjo, 2003. Asas-Asas Kurikulum. Bumi Aksara. Jakarta.
Sanjaya 2006. ). Penilaian Pencapaian Hasil Belajar. Yogyakarta: FMIPA UNY
Sunaryo Kartadinata, dkk. 2002. Bimbingan di Sekolah Dasar. Bandung : CV
Maulana.
Syaiful, Sagala. 2006. Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bandung: Alfabeta
Syaiful Bahri Djamarah, 2000, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, Jakarta : PT Rineka Cipta.
Soejanto, Agoes., 1979. Bimbingan Ke arah Belajar yang Sukses. Rineka Cipta. Surabaya.
Indra Djati Sidi.2003. Menuju Masyarakat Belajar. Jakarta : Logos
Suharsimi Arikunto, 2003, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta : Rineka Cipta.
Suparno P., 2008. Riset Tindakan untuk Pendidikan. Grasindo. Jakarta.
Soedarno, 1998. Psikologi Pengajaran. Jakarta : PT. Gramedia.
Tabunan, 1987. Pengajaran Matematika. Jakarta : Depdikbud.
Usman, MU. 2001. Menjadi Profesional. Jakarta: Karunika
Wardani, 2004. Penelitian Tindakan Kelas Bagian I, II, III. Jakarta: Dirjen PMPTK.
Winarno Surahmat, 1979. Metodologi Pengajaran Nasional. Bandung : Jemmars.
saran
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Setting Penelitian
Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang ditujukan untuk mengamati aspek-aspek tertentu dari pembelajaran. Misalnya, yang diamati kesempatan bagi siswa untuk berpartisipasi, dampak penguatan bagi siswa, atau jenis pertanyaan yang diajukan oleh guru
Penelitian ini akan dilaksanakan bulan Juli sampai Sebtember 2011 pada semester ganjil tahun ajaran 2011 bertempat di SD Negeri 8 Kabangka. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV.A SD Negeri 8 Kabangka. Jumlah siswa sebanyak 20 orang.
B. Faktor Yang Diselidiki
Untuk menjawab permasalahan penelitian, ada beberapa faktor yang diselidiki. Faktor-faktor itu adalah sebagai berikut :
1. Faktor siswa, yaitu melihat apakah cara belajar sudah baik atau belum ? selain itu dilihat pula pemahaman siswa terhadap proses pembelajaran bidang studi Matematika yang di ajarankan.
2. Faktor guru, yaitu melihat bagaimana memberikan metode pembelajaran serta bagaimana manfaat metode kerja kelompok pada proses pembelajaran di kelas.
C. Prosedur Penelitian
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang melakukan proses pengkajian bersiklus dari berbagai kegiatan. Penelitian tindakan kelas dilakukan terdiri dari 2 (dua) siklus. Tiap siklus dilaksanakan indikator yang ingin dicapai setiap faktor yang akan diselidiki.
Menurut Wardani (2004:212) bahwa langkah dalam PTK merupakan satu daur atau siklus yang terdiri dari :
1. Perencanaan (planning)
2. Pelaksanaan tindakan (action)
3. Observasi dan evaluasi (opservation and evaluation)
4. Refleksi (reflection)
Secara rinci prosedur penelitian tindakan kelas setiap siklus adalah sebagai berikut :
a. Perencanaan
Adapun tindakan yang dilakukan pada tahap ini adalah :
1) Membuat skenario pembelajaran berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan memanfaatkan kelas sebagai sumber belajar.
2) Membuat/menyiapkan media/alat bantu berupa buku materi bidang studi IPS dan partisipasi aktif siswa dalam proses kegiatan pembelajaran.
3) Merancang buku catatan sebagai penilaian proses dan hasil belajar untuk mengetahui hasil yang dicapai siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran.
b. Tindakan
Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap tindakan yaitu melaksanakan skenario pembelajaran dengan menggunakan metode kerja kelompok sebagai sumber proses pembelajaran.
c. Observasi dan evaluasi
Kegiatan observasi pada siklus ini dilaksanakan untuk mendapatkan informasi bagaimana kemampuan guru dalam membimbing dan memfasilitasi siswa dalam kegiatan proses pembelajaran. Observasi dilakukan oleh guru pengamat dengan menggunakan lembar observasi berupa pengamatan aktivitas siswa dan aktivitas guru selama kegiatan pembelajaran. Pelaksanaan evaluasi pada siklus ini untuk mendapat informasi sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Evaluasi dilaksanakan dengan penilaian tes tertulis dalam bentuk pilihan ganda serta kinerja guru dalam mengelolah pengajaran.
d. Refleksi
Peneliti melaksanakan diskusi dengan pengamat untuk merefleksi hasil observasi dan evaluasi yang dilakukan. Refleksi dilakukan untuk mengkaji yang telah dan belum dicapai. Hasil refleksi digunakan untuk mendapatkan langkah-langkah lebih lanjut pada siklus berikutnya.
e. Indikator Kinerja
Indikator keberhasilan proses tindakan pada siklus I, apabilah siswa telah mencapai ketuntasan belajar produk dan proses dengan rata-rata skor 75 %.
METODE PENELITIAN
A. Setting Penelitian
Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang ditujukan untuk mengamati aspek-aspek tertentu dari pembelajaran. Misalnya, yang diamati kesempatan bagi siswa untuk berpartisipasi, dampak penguatan bagi siswa, atau jenis pertanyaan yang diajukan oleh guru
Penelitian ini akan dilaksanakan bulan Juli sampai Sebtember 2011 pada semester ganjil tahun ajaran 2011 bertempat di SD Negeri 8 Kabangka. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV.A SD Negeri 8 Kabangka. Jumlah siswa sebanyak 20 orang.
B. Faktor Yang Diselidiki
Untuk menjawab permasalahan penelitian, ada beberapa faktor yang diselidiki. Faktor-faktor itu adalah sebagai berikut :
1. Faktor siswa, yaitu melihat apakah cara belajar sudah baik atau belum ? selain itu dilihat pula pemahaman siswa terhadap proses pembelajaran bidang studi Matematika yang di ajarankan.
2. Faktor guru, yaitu melihat bagaimana memberikan metode pembelajaran serta bagaimana manfaat metode kerja kelompok pada proses pembelajaran di kelas.
C. Prosedur Penelitian
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang melakukan proses pengkajian bersiklus dari berbagai kegiatan. Penelitian tindakan kelas dilakukan terdiri dari 2 (dua) siklus. Tiap siklus dilaksanakan indikator yang ingin dicapai setiap faktor yang akan diselidiki.
Menurut Wardani (2004:212) bahwa langkah dalam PTK merupakan satu daur atau siklus yang terdiri dari :
1. Perencanaan (planning)
2. Pelaksanaan tindakan (action)
3. Observasi dan evaluasi (opservation and evaluation)
4. Refleksi (reflection)
Secara rinci prosedur penelitian tindakan kelas setiap siklus adalah sebagai berikut :
a. Perencanaan
Adapun tindakan yang dilakukan pada tahap ini adalah :
1) Membuat skenario pembelajaran berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan memanfaatkan kelas sebagai sumber belajar.
2) Membuat/menyiapkan media/alat bantu berupa buku materi bidang studi IPS dan partisipasi aktif siswa dalam proses kegiatan pembelajaran.
3) Merancang buku catatan sebagai penilaian proses dan hasil belajar untuk mengetahui hasil yang dicapai siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran.
b. Tindakan
Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap tindakan yaitu melaksanakan skenario pembelajaran dengan menggunakan metode kerja kelompok sebagai sumber proses pembelajaran.
c. Observasi dan evaluasi
Kegiatan observasi pada siklus ini dilaksanakan untuk mendapatkan informasi bagaimana kemampuan guru dalam membimbing dan memfasilitasi siswa dalam kegiatan proses pembelajaran. Observasi dilakukan oleh guru pengamat dengan menggunakan lembar observasi berupa pengamatan aktivitas siswa dan aktivitas guru selama kegiatan pembelajaran. Pelaksanaan evaluasi pada siklus ini untuk mendapat informasi sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Evaluasi dilaksanakan dengan penilaian tes tertulis dalam bentuk pilihan ganda serta kinerja guru dalam mengelolah pengajaran.
d. Refleksi
Peneliti melaksanakan diskusi dengan pengamat untuk merefleksi hasil observasi dan evaluasi yang dilakukan. Refleksi dilakukan untuk mengkaji yang telah dan belum dicapai. Hasil refleksi digunakan untuk mendapatkan langkah-langkah lebih lanjut pada siklus berikutnya.
e. Indikator Kinerja
Indikator keberhasilan proses tindakan pada siklus I, apabilah siswa telah mencapai ketuntasan belajar produk dan proses dengan rata-rata skor 75 %.
latar belakang
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan investasi yang ditanam pada masa kini untuk memanen hasil dihari ini, hari esok, dan atau di masa mendatang. Agar investasi itu dapat membuahkan profit, maka di perlukan acuan kurikulum yang dapat menjamin derap peningkatan kemampuan peserta didik dalam berperan sebagai pelaku kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni menurut Poerwodarminto (1998:700). Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang dipergunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 Ayat (2) ditegaskan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Atas dasar pemikiran tersebut maka perlu dikembangakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Penyampaian suatu materi pelajaran pada siswa yang heterogen ini, seorang guru harus memiliki sebuah keterampilan khusus dalam hal pengelolaan kelas agar proses pengajaran berlangsung secara efektif dan menyenangkan.
Apabila siswa-siswa yang dihadapi dalam proses belajar mengajar adalah siswa yang sangat lamban dalam menerima materi yang disajikan oleh guru pada sekolah dasar. Siswa perlu bimbingan khusus untuk tetap aktif dalam proses belajar mengajar sehingga mereka senantiasa termotivasi untuk mengetahui materi pelajaran yang disampaikan.
Menanggapi persoalan di atas banyak ahli pendidikan dan pengajaran memberikan solusi secara sederhana bahwa keragaman merupakan suatu hal yang tidak dapat dipungkiri. Oleh karena itu, pengajaran yang berbentuk kelompok dapat mengatasi permasalahan ini, akan tetapi tidak semua belajar kelompok itu berhasil mengaktifkan siswa dalam upaya memahami materi belajarnya. Sejumlah siswa yang belajar kelompok biasanya cenderung pasif dan membiarkan temannya untuk menyelesaikan tugas kelompoknya secara keseluruhan. Adapula siswa yang memiliki kemampuan lebih dari teman-temannya yang lain cenderung mendominasi berlangsunngnya proses diskusi dalam belajar kelompok.
Syaiful Bahri Djamarah, (2000:32) menyatakan bahwa permasalahan yang sering muncul dalam penerapan metode belajar berkelompok antara lain : siswa bebas tugas dalam kelompok, dominasi salah satu siswa yang mengambil alih keseluruhan tugas kelompok, kelompok menghabiskan banyak waktu untuk berdiskusi, siswa mengguanakan bahasa ibu, masalah dalam penilaian, kelas yang rebut, kurangnya materi yang dipelajari, perangkat fasilitas kelas yang tidak mendukung, kenampakan siswa yang seolah-olah bermain-main saat belajar, siswa yang terabaikan (aktifitas siswa seperti si buta menuntun si buta).
Hal ini menyebabkan tidak adanya daya tarik yang dapat meningkatkan nilai belajar siswa sesuai dengan standar ketuntasan dalam belajar yang telah ditetapkan pada sekolah dasar dalam satu mata pelajaran. Untuk mata pelajarangan matematika pada kelas IV peneliti mencoba untuk meningkatkan cara belajar siswa dengan bantuan model pendekatan interaktif yang dirangkaikan dalam proses belajar kelompok siswa dalam kelas. Model ini dianggap oleh peneliti sangat efektif, karena materi matematika diharuskan untuk berinteraktif dengan lebih dekat pada siswa, tidak hanya bercerita tentang perhitungan yang memang pada dasarnya sangat memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi dibandingkan pada mata pelajaran yang lainnya. Berdasarkan kenyataan diatas, maka penulis merancang kegiatan belajar yang dapat meningkatkan cara belajar matematika dengan hasil yang l;ebih baik sehingga diharapkan siswa dapat meningkatkan prestasi belajarnya.
Pada SDN 8 Kabangka yang penulis observasi tampak siswa yang tidak begitu aktif dalam proses pengajaran. Hal ini disebabkan guru tidak melibatkan siswa dalam proses pembelajaran sehingga aktifitas belajar siswa sangat rendah. Akibatnya rata-rata hasil belajar matematika siswa kelas IV.A SDN 8 tahun 2010 sebelumnya 60 kurang dari nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) (65) yang telah menjadi ketetapan sekolah. Oleh karena itu, dengan kondisi belajar siswa seperti diatas diharapkan seorang guru mampu menjalankan proses pembelajaran dengan memberikan tugas kepada siswa agar dapat lebih mandiri dalam menemukan jawaban-jawaban dari soal dan beraktifitas dalam proses belajar mengajar. Sehubungan dengan hal tersebut sebagai peneliti dan sekaligus guru di sekolah ini mencoba untuk mengadakan penelitian tentang pemberian tugas kepada siswa.
Adapun judul penelitian ini adalah “Meningkatkan hasil belajar matematika pada materi kesetaraan antara satuan waktu, panjang, berat dan kuantitas melalui metode kerja kelompok pada kelas IV.A SDN 8 Kabangka.”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah: Apakah penerapan metode kerja kelompok dalam pembelajaran Matematika pada materi kesetaraan antara satuan waktu, panjang, berat dan kuantitas dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV.A SDN 8 Kabangka?”
C. Tujuan Penelitian
Dalam penelitian ini yang ingin dicapai adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pelajaran matematika kelas IV.A SDN 8 Kabangka melalui metode kerja kelompok?”
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat penelitian pembelajaran bagi guru adalah :
a. Membantu guru dalam menciptakan pola pengajaran yang lebih terencana dengan hasil belajar siswa yang baik.
b. Memberikan kemudahan dalam menentukan materi pembelajaran dan memudahkan sistem evaluasi kegiatan belajar.
c. Meningkatkan rasa kreatifitas guru dan sebagai pendidik dapat berkembang secara aktif mengembangkan keterampilan dan pengetahuan.
d. Menambah pengetahuan dalam mengelola dan merencanakan pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran interaktif melalui metode kerja kelompok.
2. Manfaat penelitian bagi siswa adalah untuk meningkatkan proses hasil belajar siswa, dan menumbuh kembangkan minat dan bakat siswa dalam belajar sesuai dengan kurikulum berbasis kompetensi, membantu mengakomodasi perbedaan, kesiapan, dan potensi siswa dalam belajar.
3. Manfaat penelitian pembelajaran bagi sekolah adalah membantu sekolah untuk berkembang karena adanya upaya seorang guru meningkatkan kemampuan professional pada diri guru serta menciptakan iklim belajar yang kondusif dalam lingkungan pendidikan di sekolah tersebut.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan investasi yang ditanam pada masa kini untuk memanen hasil dihari ini, hari esok, dan atau di masa mendatang. Agar investasi itu dapat membuahkan profit, maka di perlukan acuan kurikulum yang dapat menjamin derap peningkatan kemampuan peserta didik dalam berperan sebagai pelaku kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni menurut Poerwodarminto (1998:700). Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang dipergunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 Ayat (2) ditegaskan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Atas dasar pemikiran tersebut maka perlu dikembangakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Penyampaian suatu materi pelajaran pada siswa yang heterogen ini, seorang guru harus memiliki sebuah keterampilan khusus dalam hal pengelolaan kelas agar proses pengajaran berlangsung secara efektif dan menyenangkan.
Apabila siswa-siswa yang dihadapi dalam proses belajar mengajar adalah siswa yang sangat lamban dalam menerima materi yang disajikan oleh guru pada sekolah dasar. Siswa perlu bimbingan khusus untuk tetap aktif dalam proses belajar mengajar sehingga mereka senantiasa termotivasi untuk mengetahui materi pelajaran yang disampaikan.
Menanggapi persoalan di atas banyak ahli pendidikan dan pengajaran memberikan solusi secara sederhana bahwa keragaman merupakan suatu hal yang tidak dapat dipungkiri. Oleh karena itu, pengajaran yang berbentuk kelompok dapat mengatasi permasalahan ini, akan tetapi tidak semua belajar kelompok itu berhasil mengaktifkan siswa dalam upaya memahami materi belajarnya. Sejumlah siswa yang belajar kelompok biasanya cenderung pasif dan membiarkan temannya untuk menyelesaikan tugas kelompoknya secara keseluruhan. Adapula siswa yang memiliki kemampuan lebih dari teman-temannya yang lain cenderung mendominasi berlangsunngnya proses diskusi dalam belajar kelompok.
Syaiful Bahri Djamarah, (2000:32) menyatakan bahwa permasalahan yang sering muncul dalam penerapan metode belajar berkelompok antara lain : siswa bebas tugas dalam kelompok, dominasi salah satu siswa yang mengambil alih keseluruhan tugas kelompok, kelompok menghabiskan banyak waktu untuk berdiskusi, siswa mengguanakan bahasa ibu, masalah dalam penilaian, kelas yang rebut, kurangnya materi yang dipelajari, perangkat fasilitas kelas yang tidak mendukung, kenampakan siswa yang seolah-olah bermain-main saat belajar, siswa yang terabaikan (aktifitas siswa seperti si buta menuntun si buta).
Hal ini menyebabkan tidak adanya daya tarik yang dapat meningkatkan nilai belajar siswa sesuai dengan standar ketuntasan dalam belajar yang telah ditetapkan pada sekolah dasar dalam satu mata pelajaran. Untuk mata pelajarangan matematika pada kelas IV peneliti mencoba untuk meningkatkan cara belajar siswa dengan bantuan model pendekatan interaktif yang dirangkaikan dalam proses belajar kelompok siswa dalam kelas. Model ini dianggap oleh peneliti sangat efektif, karena materi matematika diharuskan untuk berinteraktif dengan lebih dekat pada siswa, tidak hanya bercerita tentang perhitungan yang memang pada dasarnya sangat memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi dibandingkan pada mata pelajaran yang lainnya. Berdasarkan kenyataan diatas, maka penulis merancang kegiatan belajar yang dapat meningkatkan cara belajar matematika dengan hasil yang l;ebih baik sehingga diharapkan siswa dapat meningkatkan prestasi belajarnya.
Pada SDN 8 Kabangka yang penulis observasi tampak siswa yang tidak begitu aktif dalam proses pengajaran. Hal ini disebabkan guru tidak melibatkan siswa dalam proses pembelajaran sehingga aktifitas belajar siswa sangat rendah. Akibatnya rata-rata hasil belajar matematika siswa kelas IV.A SDN 8 tahun 2010 sebelumnya 60 kurang dari nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) (65) yang telah menjadi ketetapan sekolah. Oleh karena itu, dengan kondisi belajar siswa seperti diatas diharapkan seorang guru mampu menjalankan proses pembelajaran dengan memberikan tugas kepada siswa agar dapat lebih mandiri dalam menemukan jawaban-jawaban dari soal dan beraktifitas dalam proses belajar mengajar. Sehubungan dengan hal tersebut sebagai peneliti dan sekaligus guru di sekolah ini mencoba untuk mengadakan penelitian tentang pemberian tugas kepada siswa.
Adapun judul penelitian ini adalah “Meningkatkan hasil belajar matematika pada materi kesetaraan antara satuan waktu, panjang, berat dan kuantitas melalui metode kerja kelompok pada kelas IV.A SDN 8 Kabangka.”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah: Apakah penerapan metode kerja kelompok dalam pembelajaran Matematika pada materi kesetaraan antara satuan waktu, panjang, berat dan kuantitas dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV.A SDN 8 Kabangka?”
C. Tujuan Penelitian
Dalam penelitian ini yang ingin dicapai adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pelajaran matematika kelas IV.A SDN 8 Kabangka melalui metode kerja kelompok?”
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat penelitian pembelajaran bagi guru adalah :
a. Membantu guru dalam menciptakan pola pengajaran yang lebih terencana dengan hasil belajar siswa yang baik.
b. Memberikan kemudahan dalam menentukan materi pembelajaran dan memudahkan sistem evaluasi kegiatan belajar.
c. Meningkatkan rasa kreatifitas guru dan sebagai pendidik dapat berkembang secara aktif mengembangkan keterampilan dan pengetahuan.
d. Menambah pengetahuan dalam mengelola dan merencanakan pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran interaktif melalui metode kerja kelompok.
2. Manfaat penelitian bagi siswa adalah untuk meningkatkan proses hasil belajar siswa, dan menumbuh kembangkan minat dan bakat siswa dalam belajar sesuai dengan kurikulum berbasis kompetensi, membantu mengakomodasi perbedaan, kesiapan, dan potensi siswa dalam belajar.
3. Manfaat penelitian pembelajaran bagi sekolah adalah membantu sekolah untuk berkembang karena adanya upaya seorang guru meningkatkan kemampuan professional pada diri guru serta menciptakan iklim belajar yang kondusif dalam lingkungan pendidikan di sekolah tersebut.
No KODE NAMA MATA KULIAH SKS NAMA DOSEN PEMBINA Semester
1. KBD2201 Gender dan Kebudayaan 2 Prof. Dr. H. Nasruddin Suyuti, M.Si
Dr. La Taena, M.Si II
2. KBD2202 Tradisi Lisan Nusantara 3 Dr. Mukhlis PaEni
Dr. La Ode Ali Basri, M.Si II
3. KBD2203 Teori Sastra 3 Dr. Amiruddin Rahim, M.Hum
Dr. Aris Badara, M.Hum II
4. KBD2204 Kebudayaan dan Pariwisata 2 Prof. Dr. H. Nasruddin Suyuti, M.Si
Dr. La Taena, M.Si II
5. KBD2205 Metodologi Penelitian Kebudayaan 3 Prof. Dr. H. Nasruddin Suyuti, M.Si
Dr. La Ode Ali Basri, M.Si II
Kendari, 6 Februari 2012
Ketua Program Studi Kajian Budaya
Dr. La Ode Ali Basri, M.Si
NIP. 19741019 200501 1 001
1. KBD2201 Gender dan Kebudayaan 2 Prof. Dr. H. Nasruddin Suyuti, M.Si
Dr. La Taena, M.Si II
2. KBD2202 Tradisi Lisan Nusantara 3 Dr. Mukhlis PaEni
Dr. La Ode Ali Basri, M.Si II
3. KBD2203 Teori Sastra 3 Dr. Amiruddin Rahim, M.Hum
Dr. Aris Badara, M.Hum II
4. KBD2204 Kebudayaan dan Pariwisata 2 Prof. Dr. H. Nasruddin Suyuti, M.Si
Dr. La Taena, M.Si II
5. KBD2205 Metodologi Penelitian Kebudayaan 3 Prof. Dr. H. Nasruddin Suyuti, M.Si
Dr. La Ode Ali Basri, M.Si II
Kendari, 6 Februari 2012
Ketua Program Studi Kajian Budaya
Dr. La Ode Ali Basri, M.Si
NIP. 19741019 200501 1 001
Langganan:
Postingan (Atom)